The Body Shop Tutup Toko-toko di Amerika Serikat dan Kanada karena Kebangkrutan

12/03/2024 By sukaitu@gmail.com 0
The Body Shop Tutup Toko-toko di Amerika Serikat dan Kanada karena Kebangkrutan

RedaksiBali.com – Kabar mengejutkan datang dari salah satu brand kecantikan terkenal, The Body Shop, yang telah mengumumkan penutupan seluruh operasionalnya di Amerika Serikat. Dilansir dari CNN pada Senin (11/3/2024), perusahaan kosmetik asal Inggris tersebut mengajukan kebangkrutan anak perusahaannya di AS dan menghentikan seluruh aktivitasnya sejak 1 Maret lalu.

Kondisi ini disebabkan oleh tingginya tingkat inflasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, mengakibatkan sulitnya menjaga keberlangsungan bisnis. Bahkan, tidak hanya di AS, The Body Shop juga akan menutup puluhan tokonya di Kanada. Dari 105 toko yang ada di Kanada, sebanyak 33 di antaranya akan ditutup.

Meskipun menutup banyak tokonya, pihak The Body Shop memastikan bahwa toko yang tidak ditutup akan tetap beroperasi. Namun, aktivitas penjualan online melalui e-commerce akan dihentikan sementara untuk wilayah Kanada.

Sebelumnya, perusahaan ini juga telah melakukan penutupan hampir separuh dari total 198 tokonya di Inggris sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kinerja keuangan perusahaan, yang sebelumnya sempat mempekerjakan ribuan orang di Britania Raya.

baca juga ….

Banyak Warga Terjebak dalam Perdagangan Ginjal: Krisis Kesehatan yang Menghantui

Dampak Buruk Konsumsi Minuman Bersoda pada Kesehatan Gigi

BPJS Kesehatan Wajib sebagai Syarat Pembuatan SKCK Mulai 1 Maret 2024: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

Tips dari dr. Boyke agar Suami Tahan Lama dan Puaskan Istri

The Body Shop, yang didirikan pada tahun 1976 oleh aktivis hak asasi manusia Anita Roddick, dikenal sebagai salah satu pelopor dalam melarang pengujian produk pada hewan. Perusahaan ini bahkan telah mendapatkan sertifikasi "B Corp" pada tahun 2019, yang menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan kesadaran lingkungan.

Meskipun demikian, sejak perusahaan ini dibeli oleh L'Oréal pada tahun 2006 dan kemudian dijual ke perusahaan Brasil, Natura, pada tahun 2017, perjalanan bisnis The Body Shop terus mengalami tantangan. Meskipun telah memiliki lebih dari 2.500 lokasi ritel di lebih dari 80 negara, serta tersedia secara online di lebih dari 60 pasar, kebangkrutan anak perusahaannya di AS menunjukkan bahwa perusahaan ini sedang mengalami masa sulit.

Dalam menghadapi situasi ini, The Body Shop perlu melakukan restrukturisasi perusahaan dan mengevaluasi strategi bisnisnya. Meskipun penutupan toko di Amerika Serikat dan Kanada merupakan keputusan yang sulit, perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga kelangsungan operasional di wilayah lain.

Bagi para pelanggan setia, ada kabar baik bahwa toko yang tidak ditutup akan tetap beroperasi. Anda masih dapat menikmati produk-produk kecantikan berkualitas dari The Body Shop melalui toko-toko yang tersedia di negara lain atau melalui pembelian online di pasar yang masih aktif.

Selain itu, meskipun penjualan online di Kanada akan dihentikan sementara, diharapkan bahwa akan segera menemukan solusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di wilayah tersebut. Dalam era digital yang semakin berkembang, perusahaan perlu beradaptasi dengan cepat untuk tetap relevan dan memenuhi permintaan pasar.

Kami berharap bahwa The Body Shop dapat melewati masa sulit ini dan bangkit kembali. Sebagai salah satu brand kecantikan yang telah lama dikenal dan dihormati, memiliki kesempatan untuk memperbaiki kinerja keuangan dan mengembangkan strategi bisnis yang lebih kuat.

Kepada para pelanggan setia, teruslah mendukung perusahaan ini melalui pembelian produk-produk mereka. Dengan dukungan dan kepercayaan dari pelanggan, dapat mengatasi tantangan ini dan kembali menjadi salah satu pemimpin di industri kecantikan.