Prabowo-Gibran Raih Kemenangan Telak di Jawa Tengah, Saksi Anies dan Ganjar Ogah Tanda Tangan

14/03/2024 By sukaitu@gmail.com 0

RedaksiBali.com – Pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, berhasil meraih kemenangan gemilang di provinsi Jawa Tengah pada pemilihan presiden 2024. Dalam rekapitulasi resmi yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kantor pusatnya, pasangan ini berhasil mengumpulkan total 12 juta suara. Ketua KPU Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono, mengungkapkan bahwa Prabowo-Gibran mendominasi dengan perolehan suara sebanyak 12.096.454, diikuti oleh pasangan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dengan 7.827.335 suara. Sementara itu, pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, hanya mampu meraih 2.866.373 suara.

Tegangnya Proses Rekapitulasi

Namun, proses rekapitulasi tidak berjalan mulus. Saksi-saksi dari pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud menunjukkan ketidaksetujuan mereka dengan hasil yang diumumkan. Mereka menolak untuk menandatangani formulir hasil pilpres 2024, memunculkan ketegangan dalam proses tersebut. Total jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya adalah sebanyak 23.475.811, dengan 22.790.162 suara sah dan 685.649 suara tidak sah.

Setelah proses rekapitulasi selesai, KPU Jawa Tengah menyatakan hasilnya sah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketua KPU, Hasyim Asy’ari, secara resmi mengesahkan rekapitulasi suara di Jawa Tengah, menegaskan kesahihan proses yang telah dilakukan.

baca juga ….

Dampak Kemenangan Prabowo-Gibran

Kemenangan telak Prabowo-Gibran dalam provinsi ini menunjukkan dukungan yang kuat dari masyarakat Jawa Tengah terhadap pasangan tersebut. Kemenangan ini tidak hanya memiliki dampak pada tingkat nasional, tetapi juga memberikan sinyal kuat terhadap dinamika politik di tingkat lokal. Dengan demikian, hasil pilpres 2024 di Jawa Tengah menjadi sorotan penting dalam peta politik Indonesia.

Prabowo-Gibran kini memperoleh momentum yang kuat sebagai pemenang di provinsi ini, memperkuat posisinya dalam persaingan politik nasional. Sementara itu, sikap penolakan dari pihak Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud menimbulkan pertanyaan tentang proses demokrasi dan keabsahan hasil pemilihan.

Sebagai bagian dari perjalanan demokrasi Indonesia, hasil pilpres 2024 di Jawa Tengah menunjukkan peran penting KPU dalam memastikan proses yang transparan, adil, dan sah. Hal ini merupakan fondasi yang penting dalam menjaga stabilitas politik dan kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi di Indonesia.