Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Bersih Sido Muncul (SIDO) di Tahun 2024

23/02/2024 By sukaitu@gmail.com 0

RedaksiBali.com – Dalam pertemuan analis pada sore hari Rabu (21/2), manajemen Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) menegaskan target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih minimal sebesar 10% YoY pada tahun 2024. Pertumbuhan pendapatan SIDO pada tahun 2024 diantisipasi akan didorong oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Daya Beli Masyarakat yang Lebih Baik:
Diharapkan adanya peningkatan daya beli masyarakat yang akan mendorong permintaan terhadap produk-produk SIDO. Dengan daya beli yang lebih baik, diharapkan masyarakat akan lebih mampu membeli produk-produk jamu dan farmasi dari SIDO.

2. Pasar Ekspor yang Terus Berkembang:
Kelanjutan pertumbuhan pasar ekspor, terutama di Malaysia dan Filipina, diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan SIDO. Pada tahun 2023, ekspor meningkat sebesar 40% YoY, menyumbang sekitar 6% dari total pendapatan, naik dari sekitar 4% pada tahun 2022.

3. Kontribusi Produk Baru:
Produk baru seperti ‘Esemag’ dan ‘Tentrem White Coffee’ diharapkan akan memberikan kontribusi yang semakin meningkat terhadap pendapatan perusahaan. Dengan meluncurkan produk-produk baru yang menarik, SIDO berharap dapat menarik minat konsumen dan meningkatkan penjualan.

baca juga ….

Kecantikan Wanita Sirkasia: 10 Fakta Menarik Mengenai Negeri dengan Standar Kecantikan Dunia

Sorotan Media Asing terhadap Capaian Box Office Film “Agak Laen”

Mengapa Wanita Enggan Diajak Hidup Susah? 6 Alasan Wanita Enggan Hidup Susah.

Kemunculan Wanita Misterius di Foto Buku Tahunan SMAN 3 Kota Tasikmalaya

Selain pertumbuhan pendapatan, beberapa faktor yang berpotensi mendorong pertumbuhan laba bersih SIDO pada tahun 2024 meliputi:

1. Mengurangi atau Menghilangkan Kerugian Bisnis di Nigeria:
Langkah-langkah untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kerugian bisnis dari operasi di Nigeria diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap laba bersih SIDO. Pada tahun 2023, kerugian tersebut mencapai 79 miliar rupiah, setara dengan sekitar 8% dari laba bersih SIDO pada tahun tersebut.

2. Stabilitas atau Kenaikan Margin:
Diperkirakan margin akan tetap stabil atau sedikit meningkat seiring tren harga bahan baku yang bersahabat. Manajemen SIDO menyebutkan bahwa kecuali gula, harga bahan baku lainnya cenderung turun, seperti taurin dan kemasan (packaging). Penurunan harga bahan baku, termasuk gula jika terjadi, akan memberikan potensi kenaikan margin perusahaan.

Manajemen SIDO juga menyampaikan bahwa pemulihan signifikan dalam penjualan pada kuartal keempat tahun 2023 tidak hanya disebabkan oleh restok dari distributor, namun juga karena indikasi penjualan pada awal tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang positif secara tahunan.

Mengenai dividen, SIDO menargetkan untuk mempertahankan rasio pembayaran dividen di atas 85%.

Kesimpulan Utama:
Target pertumbuhan SIDO pada tahun 2024 terlihat mencapai sasaran, terutama pada laba bersih. Diperkirakan laba bersih SIDO akan tumbuh sekitar 8% YoY pada tahun 2024, sementara konsensus memproyeksikan pertumbuhan sebesar 9% YoY. Pada Rabu (21/2), harga saham SIDO menguat sebesar 3,5%, mencatatkan apresiasi sebesar 18,8% dalam satu minggu terakhir.

Dengan berbagai strategi dan faktor yang dijelaskan di atas, SIDO optimis dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang ditetapkan untuk tahun 2024.