Komite HAM PBB Soroti Putusan MK dan Intimidasi Oposisi dalam Pemilu RI

29/03/2024 By sukaitu@gmail.com 0
Komite HAM PBB Soroti Putusan MK dan Intimidasi Oposisi dalam Pemilu RI

RedaksiBali.com – Komite Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini mengungkap keprihatinan mereka terhadap implementasi konvensi internasional tentang hak-hak sipil dan politik di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam temuan mereka, PBB menyoroti adanya dugaan pengaruh yang tidak semestinya dalam pemilu 2024, serta keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menurunkan batas usia minimum calon presiden dan wakil presiden, yang dianggap menguntungkan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

Selain itu, PBB juga menyampaikan keprihatinan atas pelecehan, intimidasi, dan penahanan sewenang-wenang terhadap tokoh oposisi di Indonesia. Mereka menekankan pentingnya menjaga pemilu yang bebas dan transparan, mendorong pluralisme politik yang sejati, serta menjamin independensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan revisi ketentuan hukum.

Komite HAM PBB Mendesak Pemerintah Indonesia

Komite HAM PBB mendesak pemerintah Indonesia untuk memastikan akses mudah dan bebas pengaruh yang tidak semestinya dalam proses pemungutan suara. Hal ini sejalan dengan pertanyaan yang diajukan anggota Komite HAM PBB, Bacre Waly Ndiaye, dalam sidang Komite HAM PBB CCPR di Jenewa, Swiss.

Dalam pertanyaannya, Bacre Waly Ndiaye mempertanyakan netralitas Presiden Joko Widodo dan pencalonan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024. Pertanyaan ini mencuat dalam konteks perubahan syarat usia capres-cawapres yang diubah oleh MK menjelang pemilu 2024, yang memungkinkan partisipasi Gibran Rakabuming Raka.

Namun, dalam sesi tanya jawab tersebut, perwakilan Indonesia enggan memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses politik, serta perlunya kebebasan berpendapat dan partisipasi politik yang adil bagi semua pihak.

baca juga ….

Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Prinsip Demokrasi

Dengan sorotan dari Komite HAM PBB, diharapkan pemerintah Indonesia akan lebih memperhatikan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia dalam mengelola proses politik di negara ini. Perlindungan hak-hak sipil, implementasi konvensi internasional, transparansi politik, dan akuntabilitas pemerintah harus menjadi prioritas dalam memastikan pemilu yang adil dan demokratis.

Kebebasan berpendapat dan partisipasi politik yang adil adalah hak setiap warga negara. Tidak ada tempat untuk intimidasi, pelecehan, atau penahanan sewenang-wenang terhadap tokoh oposisi. Semua pihak harus diberikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam proses politik dan memilih pemimpin yang mereka yakini dapat mewakili kepentingan mereka.

Indonesia sebagai anggota PBB memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi hak asasi manusia. Pemerintah harus bekerja sama dengan lembaga internasional seperti Komite HAM PBB untuk meningkatkan standar demokrasi dan hak asasi manusia di negara ini.

Terakhir, penting bagi pemerintah Indonesia untuk mendengarkan keprihatinan dan rekomendasi yang disampaikan oleh Komite HAM PBB. Kolaborasi dan dialog yang konstruktif antara pemerintah dan lembaga internasional akan membantu meningkatkan perlindungan hak asasi manusia dan memperkuat demokrasi di Indonesia.