Devara Putri Prananda: Dari Otak Pembunuhan hingga Caleg DPR RI

05/03/2024 By sukaitu@gmail.com 0
Devara Putri Prananda: Dari Otak Pembunuhan hingga Caleg DPR RI

RedaksiBali.com – Devara Putri Prananda, yang sebelumnya dikenal sebagai otak di balik pembunuhan Indriana Dewi Eka Saputri, menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa dia adalah seorang kader dan calon anggota legislatif DPR RI Dapil Jawa Barat IX dari Partai Garuda. Meskipun mendapat dukungan, perolehan suaranya tercatat sebanyak 226 suara menurut hasil hitung dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sebelumnya, Devara Putri Prananda menduduki peringkat keempat dari calon anggota DPR RI dari Partai Garuda. Namun, tindakannya dalam kasus pembunuhan Indriana Dewi Eka Saputri menyebabkan Partai Gerindra memutuskan untuk memecatnya dari keanggotaan partai. Sekjen DPP Partai Garuda, Yohanna Murtika, menyatakan bahwa kasus yang melibatkan Devara adalah tindakan pribadi dan tidak terkait dengan partai. Meskipun demikian, partai tetap menunjukkan empati terhadap kasus tersebut dan berharap agar masalahnya segera terselesaikan.

baca juga ….

Sebagai konteks, Indriana Dewi Eka Saputri adalah korban pembunuhan yang dilakukan oleh tiga temannya, termasuk Devara. Devara, yang merupakan otak di balik pembunuhan tersebut, merasa cemburu karena mengetahui bahwa kekasihnya, Didot, juga memiliki hubungan dengan Indriana. Devara kemudian meminta Didot untuk membunuh Indriana, yang kemudian dijalankan bersama Reza. Indriana dibawa naik mobil dan kemudian dibunuh di Sentul, Bogor, pada tanggal 20 Februari 2024. Jenazahnya kemudian dibuang ke jurang di daerah Banjar pada tanggal 23 Februari 2024. Penegakan hukum menetapkan para pelaku sebagai tersangka dan menjerat mereka dengan Pasal 340, 338, dan 365 ayat (4) KUHP, dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup.

Peristiwa ini menjadi sorotan masyarakat karena keterlibatan seorang calon anggota legislatif dalam kasus kriminal serius. Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi partai politik untuk lebih selektif dalam merekrut kader dan calon anggota yang diusung, serta pentingnya menjaga integritas dan moralitas dalam politik.