PT Vale Indonesia Tbk Catat Pertumbuhan Kinerja di Semester Pertama 2023

30/10/2023 By sukaitu@gmail.com 0
Motherboard GIGABYTE B450M-DS3H V2

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang semester pertama 2023. Produsen nikel matte ini membukukan pendapatan senilai US$ 658,9 juta sepanjang enam bulan pertama 2023. Jumlah ini 17% lebih tinggi dibandingkan pendapatan pada paruh pertama 2023 yang sebesar US$ 564,5 juta.

“Kami berhasil mempertahankan laba positif berkat kelancaran pelaksanaan operasi kami,” ujar Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia, Jumat (28/7).

Sebagai gambaran, sepanjang periode ini INCO mencatatkan produksi nikel matte mencapai 33.691 metrik ton. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan sebesar 28% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya 26.394 metrik ton nikel matte. Hasil ini sejalan dengan target produksi tahunan Grup Vale Indonesia sekitar 70.000 metrik ton untuk tahun 2023.

Sementara itu, sepanjang kuartal kedua 2023, INCO memproduksi 16.922 metrik ton nikel matte. Realisasi ini melonjak 35% dari sebelumnya hanya 12.567 metrik ton pada periode yang sama tahun lalu.

baca juga :

Terungkap! Kamar 510 Fraser Residence: Menjadi Saksi Bisu Hasbi Hasan Bersama ‘Tuan Putri’ Windy Idol

Konflik Israel-Iran: Diambang Perang, ini Analisis Kekuatan Militer Keduanya

Melawan Arab Saudi, Timnas Indonesia U-23 Menyerah 3-1

Persiapan serangan terhadap Israel, Barisan Rudal Iran Bergerak ke Syria

Di sisi lain, Beban Pokok Pendapatan INCO juga meningkat 23% dari US$ 356,3 juta pada semester pertama 2022 menjadi US$ 438,4 juta pada semester pertama 2023. Febriany mengatakan, kenaikan ini terutama disebabkan oleh konsumsi bahan bakar dan harga diesel yang lebih tinggi. Meski demikian, laba INCO tetap tumbuh. INCO mencetak laba bersih US$ 168,51 juta, naik 12% dari raihan laba pada periode yang sama tahun lalu yakni US$ 150,45 juta.

Laba bersih Vale Indonesia naik 193% YoY menjadi 52,6 juta dolar AS pada 3Q23. Meski pendapatan turun -9,8% YoY menjadi 278,9 juta dolar AS, namun beban pokok pendapatan berhasil ditekan -17,8% YoY. Akibatnya, laba kotor tumbuh 30,6% YoY menjadi 66,4 juta dolar AS, dengan GPM naik menjadi 30,6% (3Q22: 29,7%).

Dibandingkan dengan 2Q23 (QoQ), laba bersih INCO turun -25,3%. Pendapatan turun -5,7%, sementara beban pokok pendapatan turun naik tipis 1,1%.

Secara kumulatif sepanjang 9M23, laba bersih INCO tumbuh 31,3% YoY menjadi 221,1 juta dolar AS (mencapai 78,9% dari estimasi konsensus FY23). Pendapatan tumbuh 7,3% YoY menjadi 937,9 juta dolar AS (mencapai 73,2% dari estimasi konsensus FY23), ditopang oleh kenaikan volume penjualan 13,7% YoY menjadi 50.435 ton. Kenaikan volume ini mampu mengompensasi penurunan rata-rata harga jual (ASP) sebesar -5,6% YoY menjadi 18.596 dolar AS per ton.

video terkait :

Siplah Umah IT
Umah IT
adaru bhumi